Kaus Kaki Berlubang
Gue mau tanya, kalau kalian pake kaos kaki berlubang gimana rasanya? Malu? Bodoamat? ya apapun yang kalian rasakan, pasti beda beda tiap orang.
karena kaus kaki berlubang itu ketutupan kalau kita pake sepatu, jadi ya ga akan malu selama sepatu itu ga lo copot. tapi kalau sepatunya lo lepas, ada yang ngeliat lo pake sepatu berlubang, gimana rasanya? gue pribadi malu.
hal itu sama banget kaya apa yang gue rasain, malu. Malu kalau ada orang lain tau kekurangan gue. Malu kalau gue ga becus dalam mengerjakan sesuatu. awalnya, saat gue masih 'sok bisa' dan 'pura pura paham' semuanya aman. tapi saat gue ketauan ga bisa, payah, gue malu.
gue selalu menantang diri gue sendiri untuk melampaui batas. walau gue ga mampu, setidaknya gue amatiran. jangan sampe ga bisa banget.
Gue baru sadar saat kita tidak menyukai suatu bidang, bukan berarti kita ga perlu menekuni bidang tersebut. Saat gue ga suka sama suatu pekerjaan, bukan berarti gue bebas dari pekerjaan tersebut.
mungkin saat ini gue adalah kaus kaki yang bolong, tapi gue akan menjahitnya. atau gue akan memperbarui diri gue, gue akan jadi kaus kaki yang ga malu malu pemakainya. yang berfungsi sesuai kegunaannya
menghindar karena gue ga suka atau karena gue ga bisa adalah hal bodoh ternyata. gue akan selalu berhadapan dengan ketidak bisaan dan tenggelam dalam ketakutan kalau gue ga bisa, takut kalau orang lain merendahkan gue, takut payah. padahal rasa takut itu sendiri yang membuat gue payah.
lagi dan lagi, masih ada kesempatan buat belajar dan terus menuju kepada yang lebih baik.
terimakasih ya, orang yang sudah membuat saya kembali menulis. bahkan 2 tulisan dalam 1 malam. terimakasih telah menginspirasi, walau kamu pasti tidak menyadari
karena kaus kaki berlubang itu ketutupan kalau kita pake sepatu, jadi ya ga akan malu selama sepatu itu ga lo copot. tapi kalau sepatunya lo lepas, ada yang ngeliat lo pake sepatu berlubang, gimana rasanya? gue pribadi malu.
hal itu sama banget kaya apa yang gue rasain, malu. Malu kalau ada orang lain tau kekurangan gue. Malu kalau gue ga becus dalam mengerjakan sesuatu. awalnya, saat gue masih 'sok bisa' dan 'pura pura paham' semuanya aman. tapi saat gue ketauan ga bisa, payah, gue malu.
gue selalu menantang diri gue sendiri untuk melampaui batas. walau gue ga mampu, setidaknya gue amatiran. jangan sampe ga bisa banget.
Gue baru sadar saat kita tidak menyukai suatu bidang, bukan berarti kita ga perlu menekuni bidang tersebut. Saat gue ga suka sama suatu pekerjaan, bukan berarti gue bebas dari pekerjaan tersebut.
mungkin saat ini gue adalah kaus kaki yang bolong, tapi gue akan menjahitnya. atau gue akan memperbarui diri gue, gue akan jadi kaus kaki yang ga malu malu pemakainya. yang berfungsi sesuai kegunaannya
menghindar karena gue ga suka atau karena gue ga bisa adalah hal bodoh ternyata. gue akan selalu berhadapan dengan ketidak bisaan dan tenggelam dalam ketakutan kalau gue ga bisa, takut kalau orang lain merendahkan gue, takut payah. padahal rasa takut itu sendiri yang membuat gue payah.
lagi dan lagi, masih ada kesempatan buat belajar dan terus menuju kepada yang lebih baik.
terimakasih ya, orang yang sudah membuat saya kembali menulis. bahkan 2 tulisan dalam 1 malam. terimakasih telah menginspirasi, walau kamu pasti tidak menyadari
Komentar